AMAN HST Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Masyarakat Adat Balai Juhu

Kegiatan pelatihan pengemasan kopi dan madu untuk Masyarakat Adat Balai Juhu yang digelar AMAN Hulu Sungai Tengah (HST) 19-20 Februari 2022. (AMAN HST)

Menyadari bahwa faktor sumber daya manusia yang kompeten menjadi salah satu kunci penting untuk meningkatkan pemasaran suatu produk. Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Hulu Sungai Tengah (HST) menggelar pelatihan untuk memaksimalkan keterampilan Masyarakat Adat Balai Juhu dalam mengelola komoditas pertanian, yaitu kopi dan madu.

Pelatihan ini berlangsung di Hotel Grand Bhima pada Sabtu (19/02/2022) dan Minggu (20/02/2022) lalu. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat adat Balai Juhu tentang cara mengolah dan mengemas kopi dan madu.

Seperti yang diketahui, kemasan memiliki peran besar untuk menentukan kesuksesan suatu produk di pasaran. Oleh karena itu, setiap pelaku usaha harus memperhatikan kualitas desain kemasan agar produknya dapat menarik minat calon konsumen. 

Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan dari sejumlah instansi pemerintah, seperti Dinas Perdagangan, Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan, Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan, dan Dinas Pertanian. Tak hanya itu, kegiatan ini juga melibatkan warga dari masyarakat adat Balai Juhu. 

Dalam kegiatan ini, peserta mendengarkan pemaparan dari dua narasumber, yaitu perwakilan dari Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UMKM HST Hendra, dan Ketua Serikat Petani Indonesia (SPI) Kalimantan Selatan Dwi Putra Kurniawan.

Mereka menjelaskan tentang cara menyaring madu dan mengemasnya kedalam botol, hingga memberikan label atau brand pada kemasan sebelum dipasarkan. Selain itu, peserta juga mengenal jenis dan bentuk kemasan madu yang banyak ditemukan di pasaran. 

Di hari berikutnya, peserta mendengarkan materi yang berisi tentang pemasaran produk olahan kopi. Mulai dari proses memetik kopi, cara menjemur, dan mengolahnya menjadi green bean, serta mengemasnya ke dalam pouch/bungkus plastik klip untuk dipasarkan.

Tak sampai di situ, peserta juga belajar tentang cara pembibitan kopi menggunakan daun, biji dan batang pohon kopi. Untuk daun, dipilih daun yang agak muda, kemudian dipotong hingga tersisa seperempat bagian, lalu ditanam di polibag. 

Peserta juga bisa menggunakan biji kopi dari buah kopi yang sudah masak kemudian ditanam di tanah. Sementara itu, pembibitan dari batang dapat dilakukan dengan cara mengambil batang bagian pucuk sekitar 10 sentimeter. Lalu, hilangkan daun-daun yang terdapat pada batang lalu ditanam di atas tanah atau di polybag hingga tumbuh akar baru.

Dalam sesi ini, narasumber mengatakan bahwa pohon kopi dalam polybag hendaknya diletakan di bawah pepohonan rindang agar daunnya hijau dan menghasilkan biji kopi berkualitas. Polybag lebih baik diletakan di dekat pohon buah-buahan seperti durian atau pohon hutan seperti gaharu dan sebagainya.

Dari pelatihan ini, masyarakat adat Balai Juhu mengetahui strategi pemasaran produk olahan kopi dan madu yang menjadi salah satu sumber mata pencaharian.

Upaya AMAN HST dalam meningkatkan kapasitas Masyarakat Adat Balai Juhu tidak berhenti sampai disitu. Mereka juga mendapatkan rekomendasi untuk mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) kelompok.

Setelah melalui berbagai tahapan, kelompok Persekutuan dan Perkumpulan Balai Mula Ada Desa Juhu mendapatkan NIB dengan nomor 2312210018355 sesuai surat Menteri Investasi /Kepala BKPM yang diterbitkan pada 23 Desember 2021.  Setelah muncul surat ini, warga dapat melaksanakan kegiatan usaha meliputi industri pengolahan kopi, pembibitan dan budidaya lebah serta pemungutan madu.

AMAN HST turut mengikuti pelatihan dan mengurus sertifikat perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Selanjutnya, mereka menunggu verifikasi dari Dinas Kesehatan setempat.

0 Comments